Sabtu, 25 September 2010

Dasar Memilih Konsultan

Diantara jasa yang paling sulit untuk ditebak mutunya, salah satunya mungkin jasa konsultan. Baik konsultan pajak, konsultan kesehatan, konsultan ISO maupun konsultan lain. Membeli barang yang dapat disentuh - tangible, bahasa kerennya - orang akan mudah memilih milih mana yang menurutnya bagus, mana yang tidak. Beberapa barang malah bisa dicoba dulu sebelum dibeli. Tapi memlihih konsultan? Kita tidak bisa melihat-lihat penampilan konsultan, atau merabanya untuk mengetahui apakah konsultan yang akan kita pakai punya potensi untuk memuaskan kita atau tidak. Kita juga tidak bisa mencoba memakai jasa tersebut sebelum kita membeli. Tidak ada konsultan yang mau di coba-coba dulu.
Untuk memilih konsultan, kita harus sadari dulu apa sebenarnya tugas konsultan. Tugas konsultan bukan hanya memberi pemahaman sebuah konsep baru, bukan juga hanya memberi saran. Tugas konsultan adalah mencakup 5 tahap penting:
Mentransformasikan konsep-konsep mejadi pemahaman
Mentransformasikan pemahaman menjadi relevansi
Mentransformasikan relevansi menjadi sasaran
Mentransformasikan sasaran menjadi rencana kerja
Mentransformasikan action plan menjadi tindakan nyata

Dari kelima tahapan tersebut, dapat diambil semacam panduan tentang bagaimana seharusnya seorang konsultan. Pertama jelas dia harus memahami konsep-konsep yang menurut dia baik bagi client-nya. Kedua dia harus mempunyai kemampuan menjadi seorang pengajar, ketiga dia menguasai bidang dimana client-nya beroperasi sehingga dapat menggali relevansi dengan baik. Keempat dia harus dapat memotivasi client-nya untuk menuju pada kondisi yang lebih baik. Kelima dia harus dapat menstimulir client-nya untuk menggali ide-ide perbaikan yang nantinya akan diterapkan dalam tindakan nyata. Bagaimana menilai apakah seorang konsultan punya potensi untuk melakukan kelima tahapan tadi dan mempunyai kemampuan serperti yang disebutkan di atas? Tidak mudah, tapi beberapa cara dapat diambil.
Pertama lihat pengalaman konsultan. Bukan cuma daftar client, tapi juga pendapat-pendapat pihak yang pernah menggunakan jasanya. Kedua lihat caranya mengurai suatu konsep sehingga dapat dengan mudah dipahami. Ini bisa dilihat waktu dia melakukan presentasi. Ketiga nilai pengetahuannya dalam bidang masing masing. Mungkin dia menerbitkan buku? baca bukunya. Mungkin dia menulis artikel-artikel? baca juga artikelnya. Bagus dan mudah dipahami?

Mungkin bersambung.